Psikologi humanistik (Humanistic Psychology) diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di bawah kepemimpinan Abraham Maslow dalam mencari alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Kedua teori yang dimaksud adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Maslow menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force).

Hampir sebagian besar gagasan psikologi humanistik sejalan dengan gagasan-gagasan psikologi eksistensial, sebab psikologi humanistik sedikit banyak menerima pengaruh eksistensialisme (Koeswara, 1987).

TEKNIK-TEKNIK TERAPI HUMANISTIK

Teknik terapi humanistik merupakan teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi ahli terapi yang minimal. Sehingga, terapi humanistik tidak hanya diperuntukkan untuk menangani orang-orang yang mengalami gangguan emosional atau penderita neurotik atau psikotik. Akan tetapi, terapi humanistik juga dilakukan untuk orang-orang yang “sehat” atau populasi normal, yang menginginkan pertumbuhan pribadi yang lebih penuh.

Jenis-jenis terapi humanistic, yaitu :

1. Person-centered Therapy (Carl R. Rogers)
2. Gestalt Therapy (Fritz Perls)
3. Transactional Analysis (Eric Berne)
4. Rational-Emotive Therapy (Albert Ellis)
5. Terapi kelompok dengan pendekatan humanistik
6. Logotherapy (Viktor Frankl), dan
7. Existential Analysis (Rolloy May, James F. T. Bugental)

TUJUAN-TUJUAN TERAPEUTIK

1. Agar klien mengalami keberadaannya secara otentik dengan menjadi dasar atas keberadaan dan potensi-potensi serta sadar bahwa ia dapat membuka diri dan bertindak berdasarkan kemampuannya.
2. Meluaskan kesadaran diri klien, dan karenanya meningkatkan kesanggupan pilihan nya, yakni menjadi bebas dan bertanggung jawab atas arah hidupnya.
3. Membantu klien agar mampu menghadapi kecemasan sehubungan dengan tindakan memilih diri, dan menerima kenyataan bahwa dirinya lebih dari sekedar korban kekuatan-kekuatan deterministik diluar dirinya.

TEKNIK TERAPI

Teori humanistik eksistensial tidak memiliki teknik-teknik yang ditentukan secara ketat. Prosedur-prosedur konseling bisa dipungut dari beberapa teori konseling lainnya separti teori Gestalt dan Analisis Transaksional. Tugas konselor disini adalah menyadarkan konseli bahwa ia masih ada di dunia ini dan hidupnya dapat bermakna apabila ia memaknainya.

sumber :
http://gierevolusi.blogspot.com/2012/04/review-buku-terapi-humanistik.html?m=1